“BUNGA MAWAR HITAM” #Part 6
Setelah mereka berunding sebentar untuk meninggalkan tempat
ini, Tiba2 terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan di depan pintu.
Dita Yang membuka pintu itu duluan langsung menjerit...
Dita : “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...............??”
Ali : “Ada apa sayang..??”
Dita : “Lihat itu...??”
Kemudian Ali pun melihat semua mawar hitam yang tumbh di
depan pintu.
Disusul dengan semua temennya, mereka kini melihat itu semua,
Karena panik n merasa khawatir merakapun kini tak berani
untuk keluar dari Vila tersebut.
Sampai akhirnya mereka menginap satu hari lagi disana untuk
mencari cara bagai mana biar mereka dapat keluar dari vila tersebut.
Dita : “Kita harus gmna..??”
Aulia : “Ya jalan satu2nya kita harus menginap disini..??”
Eliza : “Apa, kita nginep sini lagi, gwe gak setuju, apa
kalian mau mati..??”
Ahmad : “El, mati itu ditangan Allah, bukan ditangan
mereka..??”
Eliza : “Tpi loe tau sendiri kan Mad, temen kita mati, itu
semua karna mereka, apa kita harus
berdiam disini dan menunggu ajal kita
semua,..??”
Al : “Ich, gwe gak mau,...??”
Angga dan Andi : “Gwe juga gak mau..??”
Al dan Dita : “Kita juga gak Mau...??”
Ahmad : “Trus kita harus berbuat apa untuk keluar dari
sini,??”
Aulia : “Ea, Lagian jalan buat kita keluar aja udah dihadang,
gmna kita mau lewat coba.”
Angga : “kita babat (cabuti) aja tu tanaman...??”
Eliza : “Ide bagus tu Ga,...??”
Kemudian mereka mencuba mencabuti tu tanaman, tpi durinya
sangat tajan hingga terkena sedikit aj udah berdarah.
Mereka menggunakan gunting, guntingnya pun patah karena
kerasny tu tumbuhan.
Kemudian mereka kini menyerah. Dan ada jalan keluar dari
semua masalah yang mereka hadapi tetapi lumayan ekstrim juga karena jalan itu
sangat2 memerlukan tenaga ekstra n menakutkan bagi yang gak punya nyali.
Ahmad : “Gusy, gwe punya jalan ni buat kita keluar dari
tempat ini..??”
Aulia : “Apa itu..??”
Ahmad pun menjelaskan panjang lebar kali tinggi sama dengan
luas, hehehe macam rumus aja... wkwkwk
Tpi mereka Kaget dengan rencana itu.
Semua kecuali Mad : “Apa, Loe gila mad...??”
Ahmad : “Itu jalan keluar satu2nya yang kita punya
sekarang...??”
Dita : “Gak, gwe gak mau, kalu jatuh gmna cuba, apa lagi kaki
aq masih sakit, aq gak bisa naik
turun situ..??”
Ahmad : “Ya kalu kalian gak mau, ya udah. terpaksa kita harus
menginap disini...??”
Angga : “Yah... capek dech..??”
Andi : “Ya udah gwe setuju dengan rencana loe Mad, tpi loe
yakin tu jalan keluarnya..??”
Ahmad : “Iya, Gwe yakin betul..??”
Eliza :”Ya dech gwe juga setuju..”
Al : “Gwe setuju.?”
Ahmad : “Gmna dengan Loe ber tiga, setuju Gak..??”
Dita : “Gwe tetep gak setuju, ntar kalu gwe gak kuat gmna
donk..??”
Ahmad : “Ya tinggal lambaikan tangan n bilang Stop2 saya Gak
kuat, hehehe??”
Kemudian Aulia pun menyenggol Mad, sambil berkata.
Aulia : “Sayang apa an sich, gak dengan becanda, Ok..??”
Ali : “Ayo lah bawel.. ntar biar aq yg gendong kmu ya..??”
Dita : “Embb,... Kmu baik banget sich Ali cyank....??”
Setelah semua setuju, merekapun kini melakukan rencana yang
diusulkan oleh Ahmad.
Lalu saat mereka melakukan rencana itu, Semua Anggota
bersiap2 untuk turun jurang dari daerah belakang Vila, karena tempatnya yang
curam membuat itu seperti jurang yang amat bahaya.
Kehawatiran dan ketakutan mereka alami selama melewati jurang
itu, sesampainya dibawah.
Ahmad : “Gmna Kalian masih sanggup buat nglanjutin
perjalanan..??”
Eliza : “Gwe Sanggup, Walau Gwe akan Mati disini, yang
penting Kita bisa sampai Rumah.??”
Al : “Jaga Omongan Kmu syang..??”
Dita : “Iya, El.. Knpa loe katakan itu, seakan2 loe mau Mati
Tau Gak.
Aulia : “Udah2, lebih baik kita buruan lanjutin, karena
sekarang kita posisi di perkebunan Teh,
jadi takutnya Ntar ada sesuatu
lagi..??”
kemudian mereka melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya
diperjalanan Merekapun dihadang dengan Ular yang berbisa. Membuat semuanya
Panik.
Angga : “Awas Ular, hati2 kalian..??”
Mereka : “Ia,..??”
Tanpa disengaja Eliza pun kesandung hingga Terjadilah
kecelakaan yaitu ular tersebut mematok Eliza yang posisinya berada tepat
didepan ular itu, dan kini Eliza yang terkapar tak berdaya Karena bisa ular
yang bekerja sangat cepat, membuat Eliza kehabisan tenaga dan Akhirnya Eliza
pun meninggal dunia, Isak tangis yang mereka lakukan karena kini mereka kembali
kehilangan sahabatnya, Karena Ide dari Rencana itu milik Ahmad, maka mereka pun
menyalahkan Ahmad.
Al : “Ini semua gara2 loe Mad, kalu seandainya aja kita gak
pergi, pasti eliza gak mungkin
Mati..??”(sambil menangis karena
kekasihnya yang meninggal dunia).
Ahmad : “.......???”
Bersambung.....
Emb kira2 apa yang akan dilakukan Ahmad Untuk membela
dirinya..??”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar